Selasa, 26 Januari 2016

Contoh Konseling Individu

A.    IDENTIFIKASI KASUS
-          Cara Menemukan Konseli
     Saya dengan konseli saya ini sudah kenal cukup lama, kebetulan hubungan pertemanan kami cukup dekat dan rumah kami pun tidak terlalu jauh. Saya mengenalnya saat duduk di bangku SMP, kebetulan juga konseli adik kelas saya sendiri dan saat ini pun konseli bekerja di warnet tepat di sebelah rumah saya, karna seringnya saya bermain di warnet saya pun bercerita tentang tugas saya kalau saya lagi butuh konseli untuk di konseling karna ada tugas dari dosen, dan saya meminta konseli untuk membantu mengerjakan tugas Laporan Konseling Individu tersebut.
      Awalnya konseli saya ini sedikit ragu-ragu karna takut masalahnya tersebar, tetapi setelah saya memberikan beberapa penjelasan supaya konseli percaya terhadap saya bahwa saya tidak akan membocorkan masalah yang terjadi pada dirinya, akhirnya konseli saya ini percaya dan bersedia untuk saya konseling.  
      Tanpa berpikir panjang dan paksaan konseli saya mau membantu dengan senang hati. Dan setelah itu saya ingin segera mengkonseling konseli secepatnya, tetapi karena masalah waktu yang selalu membuat kami sulit untuk bertemu akhirnya setelah sekitar 2 minggu kami mengadakan janji untuk konseling.
-          BIODATA
Nama                                       : Arman (Samaran)
Tempat dan tanggal lahir        : Tarakan, 22 Desember 1998
Agama                                     : Islam
Hobby                                     : Volly
Cita-cita                                  : Polisi
Umur                                       : 16
Sekolah                                   : SMA (Tidak ingin disebut sekolahnya)

Kelas                                       : XI
Jenis Kelamin                          : Laki-laki
Kewarganegaraan                   : Indonesia
Suku Bangsa                           : Bugis
Alamat                                    : Kampung empat
Anak ke-                                 : 1 (Satu)
-  jumlah saudara laki-laki       : 2 (Dua)
-  jumlah saudara perempuan  : -
Status                                      : Anak Kandung
 

      B.    IDENTIFIKASI MASALAH
-          Masalah Konseli
Masalah konseli saya dimana rasa kurang semangatnya terhadap sekolah, dan rasa kurang perhatian dari orang tua konseli tersebut. Penyebabnya yaitu konseli tidak bisa mengatur waktu saat pulang jam kerja, rasa malasnya tersebut di karenakan saat konseli pulang kerja konseli tidak langsung pulang, tetapi konseli singgah dirumah temanya untuk bermain dan konseli selalu pulang larut malam, akhirnya konseli selalu susah untuk bangun pagi, dampaknya konseli selalu terlambat dan tidak masuk sekolah.
-          Secara Fisik
Dilihat dari fisik, konseli saya ini mempunyai ciri-ciri rambut yang pendek berwarna hitam dan lurus. Memiliki mata yang sipit, alis yang tebal, dan bulu mata yang lentik, ia juga memiliki hidung yang pesek dan warna kulitnya putih, wajahnya tampan dan memiliki senyum yang manis, tubuhnya yang kurus dan tinggi. 
-          Secara Psikis 
Secara psikis, konseli saya mempunyai sifat yang agak keras kepala dan mudah di pengaruhi oleh orang lain namun, di sisi lain konseli saya mempunyai sifat yang baik hati dan tidak mudah tersinggung, ia juga seorang anak yang rajin dan sederhana, suka menolong orang lain, anak yang aktif dan juga tidak memilih-mlih orang untuk menjadi temannya dan mudah bergaul pada semua orang.  
    C.    DIAGNOSIS
Berdasarkan hasil konseling yang sudah saya lakukan terhadap konseli, saya menyimpulkan bahwa konseli saya mempunyai masalah terhadap kurang semangatnya saat sekolah faktor-faktor tersebut adalah:
-          Faktor Internal 
1.      Kurangnya motivasi untuk belajar dan sekolah.
2.      Kurangnya disiplin dalam memanfaatkan waktu.
-          Faktor Eksternal
1.      Kurangnya perhatian orang tua terhadap anaknya.
2.      Pergaulan teman sebaya.
Menurut dari teori (Edy Zaqeus: 2008) Rasa malas diartikan sebagai keengganan seseorang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya atau sebaiknya dia lakukan. Masuk dalam keluarga besar rasa malas adalah menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun, rasa sungkan, suka menunda sesuatu, mengalihkan diri dari kewajiban.
 


Dapat saya simpulkan bahwa menurut dari teori (Edy Zaqeus: 2008) konseli saya ini, mempunya sifat yang malas untuk mengatur waktu yang padat dan tidak mempunyai ketekunan dalam bersekolah. Jadi, dampak negatifnya klien saya jadi malas bangun pagi untuk pergi kesekolah. Dia juga malas untuk mengatur dan memanagemen waktunya yang padat itu. Sehingga jadwal kegiatannya tidak bisa diatur. 


D.    PROGNOSIS
Setelah melakukan diagnosis, maka saran dan masukkan yang akan saya berikan kepada konseli untuk memecahkan masalah konseli, yaitu:
-          Perlunya perhatian yang lebih dari orang tua untuk anaknya.
-          Orang tua harus membatasi waktu bermainnya.
-          Lebih bisa menghargai dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya
-          Pendidikan itu sangat penting, karna masih banyak anak di luar sana yang ingin bersekolah tetapi orang tua mereka tidak mampu untuk membiayai mereka jadi selagi orang tua masih sanggup membiayai kamu sekolah, belajarlah dengan rajin dan tekun buat orang tua kamu bangga.
Beberapa kemungkinan yang terjadi apabila konseli mengikuti saran dan masukkan  yang diberikan,yaitu :
-          Konseli dapat menghargai dan memanfaatkan waktu dengan baik.
-          Belajar lebih rajin dan tekun.
-          Dapat membuat bangga orangtua dan diri sendiri.
Sebaliknya, kemungkinan yang dapat terjadi jika konseli tidak mengikuti saran yang diberikan, yaitu:
-          Konseli tidak dapat menghargai dan memanfaatkan waktu dengan baik.
-          Konseli sering terlambat ke sekolah
-          Konseli akan menghancurkan masa depan serta dapat mengecewakan orang tua.

E.     VERBATIM ANTARA INDIVIDU
Ko       : Konselor
Ki        : Konseli
NO
Kli/Ko
Percakapan
Teknik
1
Ko
Assalamualaikum.. (Ketok pintu)
Opening

2
Ki
Wa’alaikumsalam, silahkan masuk. (Persilahkan duduk)
3
Ko
Iyaa, maaf ya agak telat datangnya soalnya tadi ada keperluan mendadak. (duduk)

Attending
4
Ki
iya gak papa kok. (tersenyum)
5
Ko
Oh iya gimana sekolah kamu, nggak berasa ya sebentar lagi naik kelas tiga bagaimana persiapan belajar untuk naik kelas tiga? (Tersenyum)
Paraphrasing
6
Ki
Hmm.. sekolah ku alhamdulillah baik cuman ya gitu-gitu aja. (Garuk-garuk kepala)
7
Ko
Jadi gini, seperti yang kita omongin sebelumnya saya minta bantuan kamu untuk membantu saya mengerjakan tugas konseling dari dosen saya kamu bersediakan?   
Refleksi
8
Ki
Iya saya bersedia ngebantuin. (Tersenyum)

9
Ko
Cuman ya gitu apa, ceritain aja nggak perlu takut dalam konseling ini menggunakan asas kerahasiaan jadi yang tahu hal ini hanya saya dan dosen saya saja yang tahu. (Tersenyum)
Memudahkan/
Facilitating
10
Ki
Jadi gini, akhir-akhir ini aku tuh sering malas sekolah dan juga sering dimarahi orang tua. (Menundukkan kepala)
11
Ko
Apa kamu merasa ada sesuatu yang ingin kita bahas disini lebih jauh kira-kira penyebab kamu di marahi sama orang tua kamu?
Opened Question
12
Ki
Ya akhir-akhir ini aku sering terlambat sekolah alpa sudah enam di sekolah soalnya, selain sekolah saya kerja di warnet dari jam 4 sore sampe jam 10 malam. (Mengangkat kepala)
13
Ko
Hmm.. (Menganggukan kepala) terus
Minimal Encouragement/ Dorongan minimal
14
Ki
Kadang kalo pulang juga saya nggak langsung pulang biasa ngumpul dulu dirumah temen  sebentar, maklum anak laki (Tersipu malu) biasanya kalo pagi aku suka di bangunin sama orang tua. (Pegang rambut)
15
Ko
Hmm.. saya yakin kamu akan berbicara apa adanya karna saya akan mendengarkan sebaik-sebaiknya. Oh ya, jadi kamu kalo nggak di bangunin kamu suka telat sekolah ya?
Eksplorasi Pikiran


16
Ki
Nggak juga sih kadang suka bangun sendiri kan kalo lambat datang gerbangnya di tutup jadi udah ndak boleh masuk mau ndak mau pulang lagi ke rumah dari pada keluyuran ndak jelas jadi karena sering lambat orang tua di panggil lah ke sekolah mamaku heh orang tua atau mama juga sering marah lah. (Wajah Kesal)
17
Ko
Maaf sebelumnya bisa nggak kamu coba contohin orang tua kamu marah seperti apa.
Directing/ Mengarahkan
18
Ki
Ya, seperti biasa kena omel heh (Mata melihat ke kanan atas) contohnya tuh kamu nih sekolah datang, datang lambat terus kalo pulang dari warnet bukan langsung pulang coba pulang kah nggak usah keluyuran jadi nggak lambat sekolah ya banyak lah gitu–gitu lah dia marah. (Kesal)
19
Ko
Kayaknya kamu merasa jengkel sekali ya di marahi seperti itu.
Refleksi Perasaan
20
Ki
Hm.. yaa jengkel banget lah sudah capek ya kita butuh refresing lah. (Mengangkat kaki)
21
Ko
Hmm.. iya saya merasakan apa yang kamu rasain saat ini.
Empati
22
Ki
heh. Aku, akunya o akunya yang memang salah sih ehh suka  lambat ke sekolah. (Memegang jari tangan)
23
Ko
Dari yang kamu ceritakan tadi karna kamu sering terlambat sekolah mungkin kamu merasa jengkel di marahi sama mama kamu seperti itu.
Eksplorasi Pengalaman
24
Ki
Iya awalnya sih jengkel tapi karna saya eh masih butuh orang tua juga jadi saya mau, mau ndak mau harus terimalah. (Menundukkan kepala)

25
Ko
Maaf sebelumnya kamu bilang nggak papa tapi raut dari wajah kamu kok nggak nunjukkin seperti yang kamu ungkapin
Konfrontsi
26
Ki
Jadi mau gimana lagi bingung juga lah (Garuk-garuk pipi)
27
Ko
Mungkin mama kamu marah itu karna supaya kamu ingat waktu kalo pulang kerja langsung pulang jadi kalau pagi kamu nggak lambat terus.
Diagnosis
28
Ki
Bangun paginya itu yang susah. (Wajah datar)
29
Ko
Mungkin bisa sedikit kamu ceritakan tentang perasaan kamu ketika orang tua kamu dipanggil ke sekolah?
Konfrontsi
30
Ki
Yaa takut dimarahi apalagi kalo sampe eh orang tua yang laki-laki tahu kalo sering lambat sekolah ya bisa tambah-tambah lagi di omelin panas lagi telinga saya. (pegang korek api)
31
Ko
Jadi bapak kamu selama ini nggak tahu kalo kamu sering lambat?
Refleksi Pikiran
32
Ki
Hmm.. Nggak pernah tahu lah dan dia juga kalo masalah sekolah buat saya tuh rasanya belum pernah ngurus lah jadi selama ini cuma ibu aja yang ngurus.   
33
Ko
Hmm.. emang awalnya kalo bangun pagi itu susah tapi kalo kamu mengatur jadwal keseharianmu dengan baik, bangun pasti nggak sesusah yang kamu alamin sekarang
Dukungan
34
Ki
Duhh hehh.. semoga lah saya bisa lah
35
Ko
Yaa misalnya kalo pulang kerja langsung pulang pasti nggak lambat lagi
Merencanakan /Planning
36
Ki
Hmm.. nggak juga lah kalo saya lagi capek betul badan sakit semua ya pasti mau biar di bangunin atau mau tidur cepat pasti tetap juga lambat.
37
Ko
Hmm.. jadi setelah kita melakukan konseling ini apa yang kamu lakukan?
Fokus
38
Ki
Ya hm.. mencobalah agar bisa lebih baik dan nggak lambat lah biar orangtua nggak di panggil biar orangtua juga nggak malu hmm saya ya berusahalah buat yang terbaik

39
Ko
Okee sukses terus ya sekolahnya terima kasih udah ngebantu saya
Termination/ Conclusion
40
Ki
Oh ya gak papa sama-sama lah semoga sukses juga hati-hati di jalan okee
Closing
41
Ko
Okeee


   
  
DAFTAR PUSTAKA


 

1 komentar:

  1. MANTAP BOSKU berkunjung di blogg saya juga mohmirdanblogspot.com

    BalasHapus